Center of Excellence

Dasar Pemikiran

ada saat ini, Pemerintah Republik Indonesia sudah memberikan porsi dan status yang sama antara lulusan Sarjana dan Pascasarjarna (Magister) dari lingkungan Penguruan Tinggi Islam, Kementerian Agama, dengan Sarjana dan Pascasarjana (Magister) dari Perguruan Tinggi Umum, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kebijakan Pemerintah yang adil proporsional ini memiliki arti penting di era persaingan global yang menuntut lulusan perguruan tinggi tidak hanya sampai Sarjana Strata Satu (S-1),  tetapi juga Sarjana Stara Dua (S-2). Pendidikan Magister (S-2) sekarang sudah menjadi kebutuhan pokok, bukan lagi menjadi kebutuhan tambahan dalam  meningkatkan kualifikasi keilmuan dalam jabatan struktural maupun jabatan fungsional.
Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional tidak cukup hanya dengan penguasaan keilmuan, tetapi juga harus diikuti dengan  kualifikasi gelar akademik. Gelar akademik pun tidak cukup hanya Sarjana Strata Satu (S-1), tetapi  juga memerlukan gelar akdemik Sarjana Strata Dua (S-2/Magister). Kualifikasi gelar akademik Magister sudah menjadi keniscayaan dalam menduduki jabatan struktural maupun fungsional.
Prodi PAI (Pendidikan Agama Islam) dan Prodi MPI (Manajemen Pendidikan Islam) memiliki program keahlian Supervisi Pendidikan Agama Islam, Manajemen Pendidikan Agama Islam, dan Evaluasi Pendidikan Agama Islam dengan gelar Magister Pendidikan Islam (M.Pd.I)
Gelar akademik ini sudah menjadi keniscayaan bagi setiap tenaga pengajar/dosen/guru, sehingga guru sudah merasa kurang pantas lagi secara sosial ataupun formal apabila tidak memiliki gelar akademik M.Pd.I. Demikian juga kepala sekolah/madrasah sudah menjadi semacam keniscayaan harus memiliki gelar akademik M.Pd.I.  
Prodi Ahwal Al-Syakhshiyah (Hukum Islam)  memiliki program keahlian kepenghuluan dan peradilan agama dengan gelar akademik Magister Hukum Islam (M.HI).
Gelar akademik ini juga sudah menjadi keniscayaan di lingkungan Peradilan Agama, Pegawai atau Pejabat di lingkungan Kementerian Agama seperti, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Kasi, Kabid dan Kepala Kantor ataupun Kanwil Kementerian Agama, serta dosen Hukum Islam pada Perguruan Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama dan advokat.
Prodi  Filsafat Agama (Pemikiran Islam).memiliki program keahlian Filsafat Politik Islam, Filsafat Komunikasi Islam, dan Filsafat Konseling Islam dengan gelar akademik Magister Studi Islam (M.SI).
Gelar akademik ini juga sudah menjadi keniscayaan bagi lulusan Ushuluddin dan Dakwah yang berkerja di lingkungan Kantor  Kementerian  Agama,  Kantor  Pemerintahan,  sebagai politisi dan pengamat politik serta kalangan insan akademis yang ingin mengkaji teori-teori tafsir-hadis, teologi, filsafat, budaya, kesehatan mental, komunikasi Islam, politik Islam dan masalah sosial-keagamaan secara komprehensif.
Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu merasa bertanggung jawab dan berupaya secara optimal untuk membentuk magister yang berintegritas dan berkualitas sebagai pemikir dan praktisi dalam bidang sosial-keagamaan (Islam) dengan membuka empat program studi :

  1. Program Studi Pendidikan Agama Islam
  2. Program Studi Ahwal al-Syakhshiyah (Hukum Islam)
  3. Program Studi  Filsafat Agama (Pemikiran Islam).
  4. Program Studi Manajemen Pendidikan Islam